Di Duga Salah Satu Agen E-Warung di Empat Lawang, Berikan Bantuan Sembako (BPNT) Ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Tidak Sesuai Ekspektasi Serta Tidak Layak Dikonsumsi

Foto Istimewa : Salah Satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, memperlihatkan sembako yang di ambil dari agen E- Warung di kediamannya.

EMPAT LAWANG, B4L – –Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan tujuan mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat ( KPM ) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan yang di salurkan Kementrian Sosial Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat miskin.

Bantuan tersebut, yang diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran KPM dalam hal makanan, sehingga dapat membuat sebagian kebutuhan dasar masyarakat miskin terpenuhi. Selain itu, penambahan jenis bahan pangan yang diberikan dari program ini diharapkan dapat meningkatkan gizi masyarakat, terutama untuk menekan angka stunting di Indonesia.

Berdasarkan informasi di dapat, penyaluran bantuan tersbut tidak sesui yang di harapkan masyarakat Empat Lawang, penyaluran bantuan sembako ini diduga dimanfaatkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

Sebab, bahan pangan yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM ) tidak sesuai ekspektasi yang diberikan oleh E-warung yang telah ditentukan.

Effendy (50) salah satu warga Lorong Sawah Kelurahan Jaya Loka Kecamatan Tebing Tinggi salah satu KPM menuturkan bahwa dirinya menerima bahan pangan dari e-warung tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Diungkapkan Effendy pada Jum’at (15/1/2021) lalu, istrinya menerima bantuan sembako dari E-warung yang berada di kampung Pensiunan yang mana pemilik e-warung itu juga salah satu pegawai bank himbara,

” Saat itu, istri saya mengambil bantuan sembako yang diterima itu berupa Beras 10 kilogram merk premium,Ikan Asin kurang lebih 250 gram,Buah salak kurang lebih 500gram,kentang kurang lebih 500 gram dan telur satu karpet,” Ungkap Effendy, saat ditemui dikediamannya sambil memperlihatkan bantuan sembako yang dirinya terima, Minggu (17/01/2021).

Effendy menejelaskan, bantuan sembako yang dirinya terima dari E-warung itu tidak sesuai dengan nominal bantuan yang diberikan yang mana menurutnya bantuan sembako itu sebesar 200 per-KPM.

” Jika di rincikan, sembako yang kami terima tidak mencapai standar harga yang di tetapkan dari pihak Kemensos yang senilai 200 ribu per KPM, nilai sembako yang kami terima ini hanya sebesar 150 ribu dan sembako yang diterima ini tidak layak dikonsumsi,” Jelasnya.

Sebab, buah salak yang dirinya terima itu dalam keadaan sudah busuk sedangkan ikan asinnya tinggal kepala ikannya saja.

” Sembako yang diberikan oleh pihak E-warung kepada KPM yang bermasalah bukan hanya tahun ini saja, kejadian seperti ini sudah sejak tahun tahun sebelumnya, ” Bebernya.

Mereka itu memberikan sembako yang mana harga nya lebih murah,misalnya hari ini buah salak murah, maka buah salak yang diberikan dan kalau buah rambutan yang lebih murah maka buah rambutan yang diberikan,jadi mereka melihat pasaran yang mana harganya relatif lebih murah,tapi kalau ikan asin itu dari dulu tetap ada selalu diberikan kepada KPM.

“Diharapkan untuk instansi terkait agar bisa memberikan sanksi kepada oknum oknum yang nakal supaya kejadian ini tidak terulang kembali dan bisa memberikan contoh kepada E-warung yang lainnya agar menimbulkan efek jerah jika perlu ganti E-warung yang baru yang bertanggung jawab ,jangan masyarakat miskin ditambah menjadi miskin,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang Eka Agustina,S.sos dikompirmasi melalui pesan singkat whatsapp (WA) mengatakan akan memberikan surat peringatan kepada agen E-warung yang terbukti nakal.

“E – Warung mana itu,kita beri surat peringatan,kalau masih nanti izin E -warung nya di cabut,” Cetusnya.(RED/TOK)

Leave A Reply

Your email address will not be published.