Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus STIEBI Lubukinggau oleh Menristekdikti

LUBUKLINGGAU, B4L – – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Mohamad Nasir meminta perguruan tinggi yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Lubuklinggau untuk mengutamakan kualitas sumber daya manusia (SDM). Perguruan Tinggi (PT) haruslah mengubah mindset jika lulusan PT harus dapat bekerja di tempat yang baik.

“Lulusan yang dihasilkan PT saat ini haruslah memiliki digital talent, artinya dapat mengikuti perkembangan zaman serta menyesuaikan diri dengan revolusi 4.0,” paparnya saat menghadiri peletakan batu pertama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis (STIEBI) Prana Putra Kota Lubuklinggau di Jl Lingkar Utara, Kamis (25/07).

Menurut Menristekdikti, saat ini terdapat 4.729 PT se-Indonesia dengan jumlah mahasiswa lebih dari 8 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, hanya tiga PT yang masuk tiga besar ranking internasional, yakni Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Masih katanya, sejauh ini belum adanya PT di Indonesia yang mampu bersaing bersaing secara global disebabkan oleh faktor SDM.

“Untuk itu saya berharap STIEBI Prana Putra ini lebih mengutamakan kualitas SDM. Jalankan program kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Selain itu, kolaborasi juga dapat dilakukan dengan mengundang dosen ataupun rektor dari luar negeri yang kualitas pendidikannya jauh lebih baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, M Nasir mendapatkan gelar kehormatan dari Lembaga Pemangku Adat Kota (LPA) Lubuklinggau, yakni Pangeran Meraje Pandu Winata yang berarti Pemimpin Teladan dan Penata Sastra Ilmu Pendidikan.

Setelah melakukan peletakan batu pertama untuk gedung dan mushola STIEBI Prana Putra, M Nasir juga diajak untuk melihat hasil produksi tanaman serai wangi hingga berkeliling ke pabrik penyulingan minyak serai.

Kampus STIEBI Putra Prana akan dibangun di lahan seluas 2,5 hektare (ha) dengan bangunan seluas 1 ha, kebun buah 1 ha, serta 0,5 ha menjadi pabrik penyulingan serai wangi yang ada saat ini. Mulai Oktober 2019 ini, program studi (Prodi) Manajemen sudah akan beroperasi di kampus sementara di Jl Yos Sudarso. Sedangkan, Prodi Bisnis masih menunggu proses keluarnya izin operasional dari Kementerian Ristekdikti.

Sementara itu, Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menyatakan jika pembangunan STIEBI Prana Putra ini menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Lubuklinggau yang Metropolis Madani. Kampus ini nantinya dapat menjadi alternatif bagi lulusan SMA sederajat yang akan melanjutkan ke pendidikan tinggi.

“Kampus ini tentu bukan hanya bagi anak-anak di Lubuklinggau, tetapi juga semoga bermanfaat bagi warga di kabupaten lain, seperti Musi Rawas, Muratara, Rejang Lebong, serta Empat Lawang,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Ketua L2 Dikti Sumbagsel Prof Slamet Widodo, Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya Prof Zainuddin Nawawi, Bupati Rejang Lebong Provinsi Bengkulu H Ahmad Izazi yang didampingi wakil dan sekretaris daerahnya, Wakil Wali Kota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, Sekda Lubuklinggau H A Rahman Sani, Forkopimda, serta seluruh Kepala OPD Kota Lubuklinggau (ADV/SUKMA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.